Indonesia Masih Kekurangan Jutaan Al-Qur’an

Written by fina

Bergelar negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, membuat kita bersyukur tinggal di Indonesia. Separuh lebih penduduk negeri ini adalah saudara seiman. Urusan ibadah di tanah air juga lebih mudah dari saudara kita di belahan bumi lain.

Berdirinya masjid, pondok pesantren, adanya majelis ilmu, hak kebebasan berkeyakinan juga diberikan. Bukan hal yang mengherankan jika jumlah masjid di negeri ini terus bertambah tiap tahunnya. Menurut Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), jumlah masjid terdata di Indonesia saat ini kurang lebih mencapai 800 ribu bangunan. Ini jumlah terbanyak di dunia dalam satu negara.

Terkait jumlah masjid, kita juga memegang angka wahid di dunia. Lalu bagaimana dengan jumlah muslim yang bisa membaca Al-Qur’an? Sayangnya, untuk hal ini angka besar justru merujuk pada muslim yang belum bisa membaca aksara Al-Qur’an.

Berdasarkan data penelitian IIQ (Institut Ilmu Qur’an), sebanyak 65% penduduk muslim di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an. Tingginya angka itu, terutama terdapat di daerah pedesaan atau pelosok. Salah satu sebabnya adalah kurangnya guru ngaji dan sebaran mushaf Al-Qur’an, khususnya di pelosok atau pedalaman.

Angka besarnya buta aksara Al-Qur’an, diperparah dengan data kebutuhan Al-Qur’an yang masih sangat jauh dari kata cukup. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengungkapkan bahwa Indonesia kekurangan jutaan Al-Qur’an setiap tahunnya. Jumlah Al-Qur’an yang dimiliki hanya mencakup dua persen dari kebutuhan Al-Qur’an di seluruh Indonesia.

Setiap tahunnya, dibutuhkan setidaknya dua juta mushaf Al-Qur’an agar sebaran Al-Qur’an merata ke seluruh muslim di negeri ini. Menyebarkan Al-Qur’an memang tidak lantas membuat umat Islam bisa langsung membacanya, apalagi memahaminya dengan baik. Namun, penyebaran Al-Qur’an harus segera dipenuhi. Seiring dengan program penyebaran guru ngaji oleh pemerintah dan berbagai pihak, kehadiran kitabullah di rumah-rumah setiap muslim menjadi sebuah keharusan.

Angka ini memang besar. Jika satu mushaf serharga 100 ribu (terjemah), maka dibutuhkan setidaknya 2 Triliun untuk mencukupi kebutuhan mushaf Al-Qur’an/tahun di negeri ini. Namun, besarnya angka tidak seharusnya menjadi hambatan. Angka ini dipikul bersama oleh banyak pihak. Ratusan juta umat Islam bergerak, masalah ini bisa terselesaikan.

Termasuk, Sahabat yang membaca tulisan ini sekarang. Sahabat bisa jadi bagian dari gelombang penyebaran mushaf Al-Qur’an oleh Askar Kauny. Dimulai dari sekarang, cukup klik di sini.

Ditulis oleh: Mariana Suci Swastika

Yayasan Askar Kauny
Jl. Bina Marga No.2, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13840
Hp: +62 878-7722-1200
Email: [email protected]

About the author

fina

Leave a Comment