Askar Kauny

ATM Penguji Iman

Banyak orang mengeluh bahwa zaman modern seperti sekarang ini amat sulit menghindar dari hal yang haram. Terkadang tanpa kita ‘pingin’, hal-hal haram itu datang sendiri menghampiri. Jadi untuk dapat melindungi diri dari hal sedemikian amatlah sulit. Keluhan ini boleh menjadi excuse bagi orang yang tidak peduli terhadap makanannya. Namun excuse ini bukan berarti selamanya. Hal yang terpenting dilakukan oleh seorang muslim adalah memperhatikan kesucian dan kehalalan apa yang ia konsumsi. Ingat pesan Nabi Saw, “Siapa yang dapat menjaga diri dari hal syubhat, maka agama dan harga dirinya terjaga. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat maka ia telah terjerumus dalam perkara haram.” Hal ini menegaskan bahwa perlindungan itu hendaknya muncul dalam diri sendiri. Insya Allah, siapa yang terbiasa hidup wara’ (apik) dalam hal-hal yang ia kerjakan, maka Allah Azza wa Jalla pun akan menjaga dirinya. Aamiin. Andri adalah seorang kurir di kantornya. Gajinya pas-pasan, dan ia harus menghidupi 3 kepala lainnya di rumah. Hari itu, ia bokek sebokek-bokeknya. Tidak ada uang tersisa di kantongnya, apalagi untuk belanja di rumah. Namun karena kantor dekat rumah, ia pun masih masuk kantor hari itu.Bossnya menyuruh Andri untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening rekanan lewat ATM. Dengan mengendarai sepeda motor, Andri pergi ke ATM yang dimaksud. Anjungan ATM tengah hari itu ramaidilakukan oleh seorang muslim adalah memperhatikan kesucian dan kehalalan apa yang ia konsumsi. Ingat pesan Nabi Saw, “Siapa yang dapat menjaga diri dari hal syubhat, maka agama dan harga dirinya terjaga. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat maka ia telah terjerumus dalam perkara haram.” Hal ini menegaskan bahwa perlindungan itu hendaknya muncul dalam diri sendiri. Insya Allah, siapa yang terbiasa hidup wara’ (apik) dalam hal-hal yang ia kerjakan, maka Allah Azza wa Jalla pun akan menjaga dirinya. Amien. Andri adalah seorang kurir di kantornya. Gajinya pas-pasan, dan ia harus menghidupi 3 kepala lainnya di rumah. Hari itu, ia bokek sebokek-bokeknya. Tidak ada uang tersisa di kantongnya, apalagi untuk belanja di rumah. Namun karena kantor dekat rumah, ia pun masih masuk kantor hari itu.Bossnya menyuruh Andri untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening rekanan lewat ATM. Dengan mengendarai sepeda motor, Andri pergi ke ATM yang dimaksud. Anjungan ATM tengah hari itu ramai dikunjungi orang. Andri sempat menghitung ia berdiri di baris ke dua belas. Beberapa lama, ia berbaris kini tiba gilirannya.Baru saja ia masuk ke anjungan ATM, ATM yang kosong di depannya mengeluarkan bunyi, “Tit…tit…tit…tit..” dengan lampu LED hijau berkedip-kedip. Andri menghampiri ATM yang kosong itu. Sejenak ia ragu. Di layar ATM terdapat tulisan, “ANDA HENDAK MENERUSKAN TRANSAKSI, YA atau TIDAK?” Andri bingung. Jari telunjuknya bergerak seolah tanpa diperintah. Terpencetlah tombol YA olehnya. Andri baru mengerti bahwa orang sebelum dirinya, lupa menarik kartu ATM yang tertinggal di dalam mesin. Rasa penasaran membawanya untuk bereksplorasi. Tidak lama kemudian ia menekan tombol berbunyi INFORMASI SALDO. Subhanallah… dalam kegugupan Andri melihat angka 1 dan 5 dengan nol yang begitu banyak dibelakangnya. Andri bingung mau melakukan apa saat itu? Sampai-sampai untuk membaca digit dan mengetahui jumlah saja ia tak mampu.Rasa kalut dan bingung berkecamuk di dalam batinnya. Ia sempat mendengar beberapa macam suara batinnya, “Ambil saja bodoh….! kamu dan keluargamu khan sedang gak punya uang. Ambil saja barang sejuta, toh pemilik kartu gak bakalan tahu!” Suara lainnya juga merasuki relung hati Andri, “Jangan diambil… tuh lihat di ATM sebelah ada orang lain… dan coba lihat ke atas di sana ada kamera pengintai. Nanti kalau kamu ketahuan, pasti kamu masuk penjara!” Suara-suara itu terus berkecamuk…. dan Andri merasakan perang batin dalam dadanya. Tak lama ia pun tersadar sambil meneguhkan hati dan suara, “Aku gak mau bawa api neraka ke rumah!” sejurus kemudian Andri pun menekan tombol. Kartu keluar dari mesin ATM. Andri pun mengambilnya, dan ia merasakan pandangan curiga dari orang yang keluar dari ATM sebelahnya. Pandangan itu membuat dirinya serasa tertuduh. Andri langsung menghadap petugas keamanan. Ia tidak jadi melakukan transfer dana di ATM itu seperti yang diperintahkan oleh bossnya. Saat kartu ATM itu ia serahkan ke pak satpam, ia pun mendapat komentar, “Alah pak… kenapa dipulangin, lumayan tuh kalau diambil dulu!” Andri berucap istighfar dalam batin. Keikhlasannya rupanya masih mendapat gangguan. Kejadian di ATM itu masih berkecamuk dalam batin Andri. Sore hari, saat ia pulang ke rumah, ia pun menceritakan peristiwa kehebatan imannya kepada istri. Namun apa komentar istrinya, “Dasar bodoh, bukannya diambil dulu tuh duit…. baru dipulangiiinn!” Masya Allah, rupanya dari pasangan hidup pun kadang-kadang muncul ajakan ke neraka, begitu batin Andri. Siapa yang menjaga dirinya dari hal haram, maka Allah Swt akan mengganti dan membalas dengan hal terbaik! Lepas Isya, seorang sahabat datang ke rumah Andri. Ia membawa sebuah kotak kardus berisikan mini-compo. Ia minta Andri untuk menjualkannya. Andri menyatakan siap, dan dengan izin Allah Swt, Andri mendapatkan pembeli dengan harga lebih tinggi dari yang diharapkan oleh si pemilik. Subhanallah, Andri mendapatkan komisi halal dari penjualan mini-compo itu sebesar Rp 200 ribu. serahkan ke pak satpam, ia pun mendapat komentar, “Alah pak… kenapa dipulangin, lumayan tuh kalau diambil dulu!” Andri berucap istighfar dalam batin. Keikhlasannya rupanya masih mendapat gangguan. Kejadian di ATM itu masih berkecamuk dalam batin Andri. Sore hari, saat ia pulang ke rumah, ia pun menceritakan peristiwa kehebatan imannya kepada istri. Namun apa komentar istrinya, “Dasar bodoh, bukannya diambil dulu tuh duit…. baru dipulangiiinn!” Masya Allah, rupanya dari pasangan hidup pun kadang-kadang muncul ajakan ke neraka, begitu batin Andri. Siapa yang menjaga dirinya dari hal haram, maka Allah Swt akan mengganti dan membalas dengan hal terbaik! Lepas Isya, seorang sahabat datang ke rumah Andri. Ia membawa sebuah kotak kardus berisikan mini-compo. Ia minta Andri untuk menjualkannya. Andri menyatakan siap, dan dengan izin Allah Swt, Andri mendapatkan pembeli dengan harga lebih tinggi dari yang diharapkan oleh si pemilik. Subhanallah, Andri mendapatkan komisi halal dari penjualan mini-compo itu sebesar Rp 200 ribu. Begitulah salah satu cara Allah Swt menguji iman hamba-Nya. Terkadang hal yang haram begitu mudah datang kepada kita. Namun ketahuilah, siapa yang mampu menjaga diri dari hal yang haram, maka Allah Swt akan menjaganya dan memberikan kecukupan atas kebutuhannya.