Hagia Sophia: Masjid Wakaf di Turki Sudah Kembali

Written by fina fina

Jum’at, 10 Juli 2020 museum Hagia Sophia menghentak dunia dengan kembali menjadi masjid. Bukan saja negara-negara Eropa, Rusia, Amerika, tetapi juga dunia Islam.

Jauh sebelum ini terjadi, Muhammad Al Fatih menduduki konstantinopel dan menjamin keamanan kepada para penduduknya tanpa adanya perampasan.

Hagia Sophia tidak diambil, tetapi dibeli dengan uang pribadinya. Bukan dari dana negara, Baitul Mal, atau kekayaan kaum Muslim. Sejak saat itu, Hagia Sophia dijadikan Masjid, dan diwakafkan hingga Hari Kiamat untuk umat Islam.

Masyaa Allah, inilah kebijakan yang lahir dari ketakwaan, dan sikap wara’, jauh dari arogansi dan kezaliman.

Kemal Attaturk, mengubah Masjid Wakaf ini menjadi musium pada tahun 1934. Sejak saat itu, Hagia Sophia yang merupakan wakaf berubah statusnya.

Kini Erdogan mengembalikan Masjid Wakaf kepada status yang semestinya. Dunia seharusnya tak keberatan, karena hak mereka atas gereja sudah dibeli oleh Sultan Muhammad al-Fatih sejak dulu.

Sahabat, mari mencontoh apa yang dilakukan oleh Muhammad Al Fatih pada Hagia Sophia. Bangun masjid sebagai wakaf bagi ummat. Pahala yang mengalir di dalamnya sungguh luar biasa.

Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. [HR Muslim 3084].

Mari sallurkan wakaf terbaik Anda dengan klik link ini.

About the author

fina fina

Leave a Comment