Askar Kauny

Kandungan Asy-Syifa Pada Al-Qur’an, Kenapa Gak Direbutin Juga?

Sahabat Kauny, di saat jumlah kasus covid-19 yang kembali meningkat di Indonesia hingga menjadikan sejumlah daerah diberlakukan PPKM, warga +62 jadi memperebutkan berbagai alternatif obat. Ada yang rebutan susu murni karena dikira penangkal virus, rebutan vitamin c atau air kelapa hijau juga.

Eh tapi, kok gak ada ya yang rebutan baca Al-Qur’an? Padahal di dalamnya ada kandungan penawar (obat) juga lho.

Allah SWT berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman,”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 82)

Berdasarkan tafsir Al-Wajiz oleh Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili (pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah), Al-Qur’an sebagai obat (Asy-Syifa) dalam ayat 82 ini mengandung penyembuh dan rahmat. Penyembuhan yang disebutkan dalam Al-Quran itu bersifat umum untuk menyembuhkan hati dari syubhat dan kebodohan, pemikiran rusak, dan penyimpangan yang buruk, serta niat yang busuk. (Selain itu), juga untuk menyembuhkan tubuh dari rasa sakit dan gangguan – gangguannya. (Misalnya seperti penggunaan Al-Qur’an dalam sarana rukyah).

Tapi nih, (ada tapinya), ditekankan kembali oleh Prof. dr. Wahbah bahwa kandungan Al-Qur’an (sebagai obat) bukan untuk setiap orang. Itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang beriman yang membenarkan ayat-ayatNya lagi mengetahuinya.

Memang, ikhtiar untuk mendapatkan alternatif obat ataupun menambah imun tidaklah salah. Namun, harus dibarengi juga dengan kedekatan kembali dengan Al-Qur’an yang merupakan ‘obatnya segala obat’.

Jadi, hari ini sudah baca Al-Qur’an belum? Stay safe ya semuanya, tetap jaga protokol kesehatan!

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

*) sumber tafsir : tafsirweb

Oase Hati Lainnya