Askar Kauny

Sedekah sebiji kurma menjauhkan api neraka

Alllah SWT memberikan kita waktu seluas-luasnya dalam mencari rizki tentunya dengan cara yang baik. Agar apa yang kita dapatkan sesuatu yang halal (thoyyib).

bukan hanya cap halal pada makan tersebut tapi mendapatkannya dengan cara yang baik juga tentunya.

Dan rizki yang sudah didapatkan dari susah payah, terkadang itu ada sebagian rizki orang lain tanpa kita sadari kita dingatkan akan saling berbagi satu dengan yang lain.

Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. – (Q.S Al-Maidah: 2)

Kita dingatkan oleh ayat ini akan saling tolong menolong dalam kebaikan sekecil apapun itu.
Sebentar lagi kita akan masuk dalam suci ramadhan salah satu dari amalan sunnah ramadhan berbuka dengan yang manis-manis dan makan kurma.

Teryata amalan dengan sebiji kurma tampa muluk- muluk kurma yang mahal cukup yang sederhana saja yang kita berikan dengan ikhals dan mengharap ridho dari Allah itu akan menjauhkan kita dari api neraka.

Hadits:
فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik.” (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016)

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik, sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang merawat anak kudanya hingga ia menjadi seperti gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1410 dan Muslim no. 1014)

Dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah memang memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai waktu yang paling baik untuk banyak-banyak bersedekah,terutama pada hari Jumat Ramadhan, 10 hari terakhirnya, dan 10 hari awal bulan Dzulhijjah serta hari raya.

Semoga dengan dekatnya kita dengan bulan yang paling mulia ini kita saling berlomba dalam ibadah, amal kebaikan, tilawah Alquran agar itu akan menjadi sebuah kebiasan di bulan-bulan selanjutnya.

Pajri Maulana